Hati-hati! Stress Dapat Sebabkan Gangguan Otak dan Risiko Demensia

- 11 Juni 2024, 12:34 WIB
Ilustrasi - Stres
Ilustrasi - Stres /RobinHiggins

WARTA PONTIANAK - Serangan stres merupakan perubahan reaksi tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, atau situasi yang baru, stres juga bisa memberikan efek negatif pada tubuh manusia.

Studi dari peneliti Karolinska Institutet mengungkap betapa berbahayanya stres bagi otak manusia. Studi ini dipublikasikan The Journal of the Alzheimer's Association, bahwa stres dapat mengikis cadangan kognitif otak dan memicu risiko yang lebih tinggi akan demensia. Cadangan kognitif bertindak sebagai penyangga mental yang berpotensi melindungi otak dari gejala demensia.

Baca Juga: Bahaya Tersembunyi Dibalik Tekanan: Dampak Stres Bagi Kesehatan Tubuh

"Melakukan aktivitas seperti kuliah dan kerja sebetulnya bisa membangun cadangan kognitif. Namun, jika Anda merasakan stres terus-menerus dapat merusak manfaat ini," ungkap Manasa Shantha Yerramalla, seorang peneliti dari Karolinska Institutet

Manasa Shantha Yerramalla juga menyarankan pentingnya manajemen stres yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing. Strategi manajemen stres juga dapat menjadi tambahan intervensi gaya hidup guna mencegah Alzheimer.

Tim Yerramalla mengukur dua jenis stres yakni stres fisiologis (menggunakan kadar kortisol dalam air liur) dan stres psikologis (bagaimana perasaan partisipan yang mengalami stres).

"Anggap saja kortisol sebagai sistem alarm bawaan tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun cadangan kognitif yang lebih besar memang meningkatkan kognisi, kadar kortisol yang lebih tinggi tampaknya melemahkan hubungan yang menguntungkan ini," jelas Peneliti itu.

Baca Juga: Ini Sederet Khasiat Teh Bunga Telang bagi Tubuh, Diantaranya Meredakan Stres

Penemuan ini membuka jalan baru yang menarik untuk pencegahan Alzheimer. Para peneliti mengatakan upaya intervensi dalam mengurangi stres seperti latihan meditasi, yang bisa menurunkan kadar kortisol, dapat diterapkan untuk mencegah demensia atau Alzheimer.

Editor: Faisal Rizal


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah