Cegah Lonjakan Inflasi Akibat Kenaikan BBM, Pemprov Kalbar Lakukan Ini

- 7 September 2022, 13:52 WIB
Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Suryanbodo Asmoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji saat memberikan sambutan dalam FGD
Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Suryanbodo Asmoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji saat memberikan sambutan dalam FGD /Dody Luber/

WARTA PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) antara Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat bersama masyarakat dan mahasiswa di Hotel Mercure Pontianak, Selasa 6 September 2022.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pasti ada dampaknya, seperti transportasi umum yang berpengaruh pada harga dan dapat menyebabkan masalah inflasi dan sebagainya.

Baca Juga: Percepat Penurunan Angka Stunting di Kubu Raya, Ini yang Dilakukan Pertamina Bersama Dinas Kesehatan

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah menyiasati hal itu dengan melakukan dua hal. Pertama, menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat yang betul-betul tidak mampu. Kedua, kami melakukan operasi pasar dan selalu mengikuti komponen yang harganya naik dalam menghitung inflasi," terang Sutarmidji.

Tujuan digelarnya operasi pasar di kecamatan yang ada di Kalbar adalah untuk mencegah terjadinya lonjakan inflasi dan tingginya harga pangan.

"Itu yang kami lakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan inflasi. Alhamdulillah, hingga Kalbar sampai hari ini termasuk daerah dengan inflasi kategori rendah," jelasnya lagi.

Selain itu, Pertamina diminta untuk tetap stabil dalam pendistribusian, terutama pada komponen yang sering menjadi penyumbang kenaikan harga di pasaran seperti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Baca Juga: Tarik Wisatawan Mancanegara, Bandara Internasional Supadio Pontianak Berharap Entry Point Dibuka

"Saya menyarankan agar pendistribusian LPG 3 Kg langsung ke BUMDes. Jadi, harus tersedia di desa-desa. Kalau ada kelangkaan LPG di satu desa, kita bisa langsung tunjuk pemasaran di desa itu. Sehingga, hal ini memudahkan pengangkutan jika pemerintah mengadakan subsidi," jelas Sutarmidji

Halaman:

Editor: Y. Dody Luber Anton


Tags

Terkait

Terkini

x