Dugaan pungli Desa Simpang Tiga, Kasat Reskrim: Saksi Penting Berada di Luar Kayong Utara

- 11 Juni 2024, 13:55 WIB
Masyarakat saat membuat aduan dugaan pungli SKPT ke Mapolres Kayong Utara
Masyarakat saat membuat aduan dugaan pungli SKPT ke Mapolres Kayong Utara /HMS/

WARTA PONTIANAK – Polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mengenai dugaan pungli terjadi di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Terkait hal itu, Kapolres Kayong Utara, AKBP Achmad Dharmianto, melalui Kasat Reskrim Polres Kayong Utara, Iptu Hendra Gunawan menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman atas dugaan kasus tersebut.

Bahkan lanjut Hendra, ada saksi penting saat ini berada di luar Kayong Utara yang dinilai kunci dari permasalahan ini. 

"Masih pemeriksaan saksi saksi. Ada salahsatu saksi yang keterangannya sangat penting dan masih berada di luar Kayong Utara," ucap Iptu Hendra Gunawan, Selasa, 11 Juni 2024.

Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Parit Bugis menjadi korban dugaan pungli biaya pembuatan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, yang memohon keadilan hukum terkait dugaan pungli tersebut.

Baca Juga: Warga Parit Bugis Korban Dugaan Pungli SKPT Desa Simpang Tiga, Memohon Keadilan Hukum

Diketahui pada 13 Mei 2024 yang lalu, masyarakat Dusun Parit Bugis merasa dirugikan oleh biaya pembuatan SKT. Mereka telah membuat aduan ke Polres Kayong Utara atas dugaan pungli oknum di Desa Simpang Tiga. ***

Editor: Yuniardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah