8 Anggota Polres Metro Bekasi Positif Covid-19 Usai Amankan Demo Tolak Omnibus Law

- 17 Oktober 2020, 04:00 WIB
Ilustrasi Aksi demo dan mogok kerja oleh ribuan buruh menolak Undang-undang Cipta kerja /Antara/WARTA PONTIANAK

WARTA PONTIANAK - Kepolisian Resor Metro Bekasi mengonfirmasi delapan anggotanya positif Covid-19. Dari riwayat aktivitasnya, kedelapan anggota itu turut melakukan pengamanan ketika gelombang unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja berlangsung pekan lalu.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung Kepala Polres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan, Jumat 16 Oktober 2020. Kedelapan anggota itu terdiri dari tujuh personel Kepolisian Sektor Cikarang Barat dan seorang Kepala Polsek Muaragembong.

Baca Juga: Hidupkan Warnamu Dengan Greenfields Yogurt Drink [PR]

“Jadi dari hasil pemeriksaan swab dari para personel dihasilkan ada tujuh anggota yang positif dan seorang kapolsek. Yang banyak itu anggota dari (Polsek) Cikarang Barat karena kan sentral unjuk rasa ada di wilayah tersebut,” kata Hendra di Aula Mapolres Metro Bekasi, Jalan Ki Hajar Dewantara, Cikarang Utara.

Baca Juga: Sanggah Mobil Mewah 'Manja', Rolls-Royce Ajak Cullinan 'Main' Di Gurun Pasir

Hendra mengatakan, pihaknya langsung melakukan tes usap massal pasca gelombang unjuk rasa penolakan Omnibus Law berlangsung. Kabupaten Bekasi sendiri menjadi salah satu wilayah dengan gerakan unjuk rasa terbesar karena banyaknya kaum buruh.

Kemudian dari hasil tes usap, didapati kedelapan personel terkonfirmasi positif covid-19 usai melakukan pengamanan pada unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik itu. “Dapat dikonfirmasi personel itu dinyatakan positif setelah melakukan pengamanan demo itu,” ucap dia.

Meski demikian, Hendra memastikan, kedelapan personel masuk kategori orang tanpa gejala dengan kondisi stabil. “Kondisinya stabil, baik karena tidak ada gejala. Sekarang tengah diisolasi di rumah karena OTG,” ucap dia.

Baca Juga: Indonesia Mulai Bangkit, Penjualan Mobil September Jadi yang Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Halaman:

Editor: Y. Dody Luber Anton


Tags

Komentar

Terkini

X