Moeldoko Tegaskan Uni Eropa Masih Butuh Kelapa Sawit Indonesia

- 8 November 2021, 14:53 WIB
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit /Pixabay/

WARTA PONTIANAK - Kantor Staf Presiden (KSP) memfasilitasi pertemuan Apkasindo dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia guna mencari titik temu terkait dengan persoalan sawit di Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan Uni Eropa membutuhkan kelapa sawit Indonesia karena data menunjukan ekspor minyak sawit Indonesia ke Eropa naik hingga 26 persen pada tahun 2020.

Moeldoko menyampaikan hal ini saat menerima audensi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket di Gedung Bina Graha Jakarta seperti dikutip dari Antara, Senin 8 November 2021.

Baca Juga: Sanksi Denda untuk Kendaraan yang Tak Lulus Uji Emisi di Jakarta Mulai Berlaku Januari 2021

"Yang dipermasalahkan Uni Eropa soal keberlanjutan biofuel yang berasal dari kelapa sawit, bukan pada kelapa sawitnya," ujar Moeldoko.

Ia menyebut, Uni Eropa saat ini menerapkan standar tinggi dan ketat dalam membeli produk dari negara lain, bukan hanya pada kelapa sawit melainkan juga komoditas lainnya. 

"Salah satu standar yang dipakai apakah produk atau komoditas tersebut memberikan dampak pada perusakan lingkungan atau tidak. Nah, ini yang harus menjadi perhatian semua, termasuk para petani sawit," ujarnya. 

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Kabupaten Bandung, 46 Rumah Terendam

Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket menyebut, bahwa negara-negara Uni Eropa berambisi menjadikan Eropa sebagai benua netral iklim pada tahun 2050, dan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 55 persen pada tahun 2030.

Halaman:

Editor: Y. Dody Luber Anton

Sumber: ANTARA


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x