Masih ada Torpedo Aktif, TNI AL Mengaku Kesulitan Mengevakuasi KRI Manggala-402

4 Mei 2021, 18:13 WIB
Masih ada Torpedo Aktif, TNI AL Mengaku Kesulitan Mengevakuasi KRI Manggala-402 /Twitter/@GNFI

WARTA PONTIANAK - Sampai saat ini badan kapal selam milik KRI Nanggala 420 yang tenggelam di perairan utara Bali belum dievakuasi dari dasar laut, hal ini dikarenakan masih adanya torpedo aktif yang dibawa kapal tersebut.

Baca Juga: Danlanal Denpasar : Pemerintah Anugerahkan Kenaikan Pangkat 53 Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Gugur

Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Muhammad mengatakan sejauh ini alat yang digunakan untuk evakuasi hanya mampu membawa bagian kecil badan kapal dari kedalaman 838 meter.

Untuk pengangkatan badan kapal, lanjut Ali, memerlukan pengait untuk diikatkan ke KRI Nanggala yang tenggelam di dasar laut Bali.

"Untuk mengangkat memang agak susah mungkin, karena untuk menempelkan pengait dengan barang yang akan diangkat itu butuh tangan (untuk mengaitkan)," tutur-nya.

Kemungkinan, kata dia, pengait itu akan dicantolkan kepada penyelam yang menggunakan peralatan khusus agar bisa menyelam di kedalaman 838 meter tanpa membahayakan jiwanya. Namun, pengait itu bisa juga dicantolkan oleh robot khusus.

Baca Juga: Keluarga Salah Satu Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang Gugur Lakukan Upacara Pemanggilan Roh

"Bisa penyelam, bisa robot. Kalau penyelam dia harus pakai baju khusus yang bisa sampai kedalaman segitu. Nah ini agak sulit, mungkin akan dibantu robot untuk pasang itu," ujarnya.

Diakuinya ada beberapa bagian kecil dari KRI Nanggala-402 memang sudah berhasil diangkat. Namun untuk bagian-bagian besar belum bisa terangkat ke permukaan.

"Sampai saat ini mungkin hanya bagian-bagian kecil saja yang bisa diangkat. Kalau yang besar belum. Tapi akan kita update lagi terakhir apakah sudah bisa, tapi upaya ini terus kita lakukan," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Beasiswa dan Bangun Rumah untuk Keluarga Prajurit KRI Nanggala

Dijelaskan Ali, upaya evakuasi masih akan terus dilakukan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan karena upaya evakuasi tentunya juga sangat berhubungan erat dengan kondisi alam di sekitar karamnya kapal.

"Masalah batas waktu itu tidak bisa tentukan karena tergantung medan, situasi. Di mana di Laut Bali kita ketahui juga ada internal 'wave' yang disampaikan beberapa waktu lalu kita sudah sampaikan," ujar Ali.

Dia menambahkan dalam melakukan evakuasi, tim juga sangat hati-hati. Apalagi diketahui masih ada torpedo aktif yang ikut tenggelam bersama kapal.

Baca Juga: UAS Ajak Masyarakat Indonesia Patungan Beli Kapal Selam

"Jadi kita harus benar-benar hati-hati dan harus sabar. Jadi saya minta ke rekan-rekan media mohon sabar untuk bisa tunggu rekan-rekan kita. Kita juga siapkan KRI kita, ada KRI Rigel dan ada beberapa kapal lagi untuk pengamanan," tuturnya.***

 

Editor: Faisal Rizal

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler