Pemerintah Venezuela dan Opisisi Negara Itu Bertemu Bahas Pembelian Vaksin Covax

- 12 Februari 2021, 19:03 WIB
Ilustrasi, Belum Puas Terima Vaksin Sinovac dari China, Indonesia Incar Vaksin COVAX WHO
Ilustrasi, Belum Puas Terima Vaksin Sinovac dari China, Indonesia Incar Vaksin COVAX WHO /Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden

WARTA PONTIANAK - Pejabat pemerintah Venezuela dan pemimpin oposisi bertemu guna membahas pembelian vaksin virus corona melalui program COVAX menggunakan uang tunai yang dibekukan di Amerika Serikat oleh sanksi ekonomi.

Pemimpin oposisi Juan Guaido pekan lalu mengatakan bahwa dana Venezuela yang dikendalikan oleh Departemen Keuangan AS dapat digunakan untuk membayar vaksin. Pemerintah Presiden Nicolas Maduro yang kekurangan dana telah mendaftar untuk COVAX, yang dipimpin bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyediakan vaksin secara global, tetapi belum melakukan pembayarannya.

Pertemuan itu menandai langkah maju dalam apa yang kemungkinan akan menjadi proses panjang yang membutuhkan otoritas AS untuk menyetujui penggunaan dana tersebut, serta penyelesaian rencana peluncuran vaksinasi untuk Venezuela yang dilanda krisis.

Baca Juga: Menlu Retno Marsudi Ikut Pimpin Aliansi COVAX-AMC EG

Dalam tayangan televisi pemerintah Kamis malam, Maduro mengatakan pemerintah sedang mengerjakan kesepakatan senilai 300 juta dolar ( Rp4,1 triliun) untuk pasokan vaksin, tetapi tidak memberikan rinciannya.

"Kami mencari kesepakatan yang praktis dan efektif untuk menciptakan dana 300 juta dolar untuk vaksin Venezuela dengan Pan American Health Organization (PAHO), dengan WHO," kata Maduro, dilansir dari Antara, Jumat 12 Februari 2021.

Amerika Serikat pada 2019 membekukan 342 juta dolar yang dipegang oleh bank sentral Venezuela di Amerika Serikat sebagai bagian dari program sanksi yang dimaksudkan untuk memaksa Maduro lengser dari kekuasaan.

Memindahkan dana biasanya memerlukan pengajuan lisensi dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS.

Baca Juga: COVAX Kumpulkan Dana untuk Vaksin Covid-19 di Negara Miskin

Kepala Misi Organisasi Kesehatan Pan Amerika di Venezuela, Paolo Balladelli, dalam sebuah cuitan mengatakan telah ada kemajuan dalam memperoleh vaksin untuk Venezuela, dan bahwa Unicef dan Organisasi Kesehatan Dunia akan dilibatkan.

"Hari ini, dengan keinginan dari para aktor politik, teknis dan akademis Venezuela, (Musyawarah) Meja Bundar Nasional untuk Akses ke Strategi COVAX telah maju untuk menjamin akses ke vaksin melawan COVID-19," tulisnya.

Organisasi Kesehatan Pan American tidak menanggapi permintaan komentar yang meminta konfirmasi bahwa cuitannya merujuk pada pertemuan antara pemerintah dan perwakilan Guaido.

Baca Juga: Penerima Vaksin COVID-19 Bisa Jadi Gay? Begini Penjelasan Dokter

Salah satu peserta dalam pertemuan itu adalah Julio Castro, seorang dokter dan penasihat medis Guaido, kata sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Castro tidak menanggapi pesan yang meminta komentar, tetapi di Twitter juga menyatakan telah ada pertemuan.

"Hari ini Tabel Nasional untuk Akses ke Strategi COVAX telah ditetapkan," tulisnya. "Kami menyambut baik dimulainya pembangunan strategi bersama di antara semua."

Balladelli pekan lalu mengatakan bahwa antara 1,4 juta hingga 2,4 juta dosis vaksin AstraZeneca telah dicadangkan untuk Venezuela. Dengan harga 10 dolar AS (Rp 1,4juta) per dosis.***

Editor: M. Reinardo Sinaga

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x