Pedagang Keliling Asal Sambas Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

- 13 Januari 2021, 12:44 WIB
Kolisun, pedagang keliling asal Sambas saat berada di dalam Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Kolisun, pedagang keliling asal Sambas saat berada di dalam Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 /Dokumen keluarga Evi/

WARTA PONTIANAK – Kolisun, warga Dusun Semparuk Sebangkau, Desa Semparuk, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas menjadi salah seorang korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021 lalu.

Seluruh korban pesawat Sriwijaya Air, termasuk Kolisun hingga saat ini masih dalam pencarian dari regu penyelamat. Kehilangan sosok kepala keluarga menjadi duka yang mendalam bagi pihak keluarga.

Di mata sang istri, Evi, Kolisun merupakan suami yang perhatian dan mudah bergaul dengan masyarakat setempat.

Baca Juga: DNA, Jalan Terakhir Identifikasi Korban Sriwijaya SJ 182

“Sangat bertanggungjawab kepada keluarga dan ramah dengan warga setempat,” ujar Evi saat ditemui di kediamannya, Rabu 13 Januari 2021.

Evi menjelaskan, suaminya bekerja sebagai penjual perabot keliling di tempat keramaian, seperti di acara pernikahan atau pasar malam, dan tujuan Kolisun ke Jakarta untuk mencari barang-barang yang akan dijual kembali di Kabupaten Sambas.

“Suami saya bekerja sebagai pedagang keliling, dia ke Jakarta untuk membeli barang-barang yang akan dijual kembali di Sambas,” tuturnya.

Baca Juga: Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Musisi Kalbar Ucapkan Belasungkawa

Evi mengaku tidak ada firasat apapun terkait dengan kejadian yang menimpa suaminya ini, karena sebelum lepas landas pesawat selalu melakukan kontak dengan korban.

“Saya selalu berkomunikasi dengan suami bahkan sebelum lepas landas pesawat,” kata Evi.

Sebagai salah seorang keluarga korban, Evi mengatakan pihak Sriwijaya Air telah membuat group Whatsapp bagi keluarga untuk mengetahui informasi lanjut mengenai proses evakuasi dan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Baca Juga: Black Box Sriwijaya Air yang Ditemukan Adalah Bagian FDR

“Saya berharap, ada mukjizat dari Allah SWT, sehingga keberadaan suami saya dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.

Dari pantauan di lapangan, rumah korban dipenuhi warga setempat yang membacakan surah Yasin bagi Kolisun.

Selain warga setempat, juga hadir beberapa sahabat Kolisun yang datang dari luar kecamatan Semparuk untuk memberikan doa bagi korban.

Baca Juga: Tim Gabungan TNI AL Berhasil Angkat Black Box Pesawat Sriwijaya SJ-182 dari Dasar Laut

Sebelumnya, Dandim 1208/Sambas dan Wakil Bupati Sambas juga melakukan kunjungan ke kediaman Kolisun dan memberikan bantuan serta semangat kepada keluarga korban. ***

Editor: Yuniardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah