Dampak Kenaikan Harga BBM, Irfan: Pelaku UMKM yang Dirugikan

- 7 September 2022, 19:09 WIB
Irfan Noor Yadi Pelaku UMKM yang merasa dirugikan akibat dampak kenaikan BBM
Irfan Noor Yadi Pelaku UMKM yang merasa dirugikan akibat dampak kenaikan BBM /Dika Febriawan/Warta Pontianak

WARTA PONTIANAK – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat sebagian masyarakat di Kalbar menjadi resah terhadap dampak yanh ditimbulkan. Terlebih bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Kota Pontianak.

Salah satunya adalah Irfan Noor Yadi, seorang pelaku UMKM yang menjual makanan cemilan yang mengeluh terjadinya kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

Ia mengklaim, jika kenaikan BBM ini sangat merugikan bagi para pelaku UMKM seperti dirinya.

Pasalnya selain harga bahan pokok untuk produksi mengalami kenaikan, biaya oerasional untuk marketing juga akan bertambah.

“Awal dari kenaikan BBM yang kami rasakan adalah belanja bahan pokok sudah mulai naik. Belum lagi biaya produksi yang ikut naik, belum lagi untuk biaya pemasaran,” ujarnya, Rabu 7 September 2022.

Dampak dari kenaikan harga BBM ini sangat disayangkan, karena sebagai pelaku UMKM, Irfan harus menggaji karyawannya. Terlebih dalam memasarkan produknya, Irfan harus mempekerjakan karyawan untuk mengantar ke toko.

Baca Juga: Perkuat Peran Jurnalis dalam Perkenalkan Produk UMKM Tanaman Pangan dan Hortikultura

“Kami punya 4 karyawan yang harus dipikirkan. Belum lagi untuk biaya operasional mengantar produk kami ke toko, pasti akan bertambah, belum lagi menagih hasil penjualan ke toko lainnya, tentu biaya akan bertambah, belum lagi menggaji karyawan,” tambahnya.

Sejak terjadinya kenaikan harga BBM, membuat Irfan harus memutar otak guna menutup seluruh biaya produksi dan laba keuntungan yang didapat.

Halaman:

Editor: Yuniardi


Tags

Terkait

Terkini

x