Diperiksa Sebagai Saksi Terkait Kasus FPI, Polisi sebut Edy Mulyadi Tak Kooperatf

18 Desember 2020, 11:39 WIB
Edy Mulyadi, Reportase Insiden FPI vs Polisi di TKP /Tangkapan Layar Bang Edy Channe /l//Tangkapan Layar Youtube Bang Edy Channel/

WARTA PONTIANAK - Kasus penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 masih berlanjut penyelidikannya.

Diketahui, Edy Mulyadi membuat video hasil reportasenya di lokasi bentrok antara anggota Polda Metro Jaya serta para Laskar FPI.

Selanjutnya, beberapa waktu lalu, Edy Mulyadi mengunggah video tersebut di kanal Youtube Bang Edy Channel.

Bareskrim menjadwalkan pemeriksaan kepada Edy Mulyadi sebagai saksi kasus penembakan 6 Laskar FPI pada Senin, 14 Desember 2020 lalu.

Baca Juga: Mengapa Tim Penguntit Tak Dibekali Borgol hingga Ada Penembakan 4 Laskar FPI, Ini Kata Polisi

 

Namun, Edy Mulyadi tidak memenuhi panggilan dikarenakan telah memiliki agenda kegiatan lain kepada penyidik lewat WhatsApp.

Pada Kamis, 17 Desember 2020 Kemaren, seperti dberitakan Portal Jember berjudul "Edy Mulyadi Diperiksa Sebagai Saksi Terkait Kasus FPI, Polisi: Yang Bersangkutan Tidak Kooperatif" Penyidik Bareskrim Polri memeriksa wartawan Forum News Network (FNN), Edy Mulyadi selama enam jam di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.

Seperti diketahui, Edy diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

“(Pemeriksaan) dari jam 14.00 sampai dengan jam 20.00,” ucap Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol. John Weynart Hutagalun.

Baca Juga: Protes Putri Gus Mus ke Buzzer Jokowi yang Anti FPI: Jangan Mencatut Nama Abah Saya, Stop It!

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik hendak menggali keterangan Edy perihal video peliputan investigasi yang dilakukannya di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, termasuk juga informasi adanya senjata api laras panjang dan suara letusan.

Akan tetapi, kata John, Edy dinilai kurang kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan penyidik.

John menjelaskan, Edy beralasan pihaknya akan memberikan keterangan saat di persidangan dan dia juga menegaskan bahwa karya jurnalistiknya dilindungi oleh UU Pers.

“Yang bersangkutan tidak kooperatif dalam menjawab pertanyaan penyidik,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Rekontruksi Penembakan 6 Anggota FPI, Berikut Kronologi Kejadian Berdasarkan Mabes Polri

Sikap Edy tersebut disayangkan penyidik. Pasalnya, keterangan Edy berguna untuk mendalami peristiwa yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek itu.***

Editor: Faisal Rizal

Sumber: Portal Jember

Tags

Terkini

Terpopuler