Tangani Banyak Kasus, Ditreskrimsus Polda Kalbar Terima Penghargaan dari KPK

18 Desember 2020, 17:42 WIB
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Yuda Nusa Putra (baju hitam) /Dika Febriawan/Warta Pontianak

WARTA PONTIANAK – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penyelesaian kasus korupsi terbanyak bahkan hampir 200 persen kasus korupsi dapat diselesaikan di tahun 2020.

Di tahun 2020, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar telah menyelesaikan kasus tindak pidana korupsi sebanyak 18 kasus korupsi di Kalbar, sementara di tahun 2019 hanya 8 kasus yang dapat diselesaikan.

“Khusus kasus tindak pidana korupsi (tipikor) , kita mengalami kenaikan hampir 100 persen yakni menyelesaikan 18 kasus tipikor di tahun 2020, jika dibandingkan di tahun 2019 hanya terselesaikan 8 kasus,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Yuda Nusa Putra, Jumat 18 Desember 2020.

Baca Juga: Kota Singkawang Raih Prestasi Pencegahan Korupsi Nasional

Sementara untuk perkara kejahatan cyber Polda Kalbar, Ditreskrimsus Polda Kalbar juga mengalami kenaikan signifikan dalam mengungkap kejahatan tersebut.

“Untuk kejahatan cyber terjadi peningkatan pengungkapan, untuk tahun 2019 hanya mengungkap 35 kasuss cyber, sementara tahun 2020 mengalami kenaikandi sekitar 50 kasus cyber,” tambahnya.

Dengan meningkatnya penyelesaian kasus ini, merupakan upaya pencegahan secara masif dan kerjasama antar instansi terkait.

Baca Juga: KPK Masih Dalami Keterangan 3 Saksi Kasus Korupsi PT DI

“Ini merupakan sinergi semua pihak, dalam mencegah tindakan kejahatan kekayaan negara,” tegasnya.

Sementara untuk tindakan pidana tertentu (tipidter) mengalami penurunan seperti tambang dan ilegal loging berjumlah 39 kasus di tahun 2019 dan ditahun 2020 menurun sebanyak 29 kasus.

“Tren 2020 ini, hanya ada 29 kasus, sementara tahun 2019 sebanyak 39 kasus,” tuturnya.

Baca Juga: DPR Usulkan Penambahan Dana Penanganan Korupsi di Daerah

Untuk itu, diperlukan sinergi dalam menangani permasalahan kejahatan kekayaan negara, maupun kejahatan lainnya, karena dengan sinergi seluruh persoalan dapat diatasi. ***

Editor: Yuniardi

Tags

Terkini

Terpopuler