Mau Beli Asuransi Kesehatan secara Tepat, Simak Dahulu! 4 Hal Berikut

- 9 September 2023, 18:48 WIB
Ilustrasi asuransi kesehatan
Ilustrasi asuransi kesehatan /RDNE Stock project/Pexels

WARTA PONTIANAK - Asuransi merupakan salah satu bentuk perlindungan finansial yang perlu di miliki oleh masyarakat. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memiliki asuransi pun semakin meningkat apalagi sejak terjadinya pandemi.

Umumnya, produk asuransi kesehatan merupakan salah satu jenis asuransi yang cukup populer di Indonesia, berbagai macam perusahaan asuransi menawarkan manfaat pertanggungan lengkap dari cakupan lokal hingga internasional.

Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), minat masyarakat terhadap asuransi kesehatan paska pandemi ini pun meningkat. Per Maret 2023, tercatat premi asuransi kesehatan meningkat 22% dibandingkan per tahun 2022.

Baca Juga: Mengenal Keunggulan Pertamax Green 92, BBM Baru Pengganti Pertalite

“Asuransi kesehatan merupakan salah satu jenis asuransi yang dapat menanggung sebagian hingga seluruh biaya perawatan jika terjadi risiko kesehatan atau penyakit dengan menjamin biaya perawatan peserta asuransi saat jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Tak hanya itu, asuransi kesehatan juga bisa membiayai biaya rawat inap dan rawat jalan termasuk obat-obatan. Produk asuransi kesehatan ini sebetulnya merupakan upaya proteksi finansial untuk kita agar dapat terhindar dari pengeluaran dana yang besar secara tiba-tiba dan tak terduga," ujar Yohana Angeline Far Far, selaku Senior Public Relations Qoala, perusahaan insurtech omnichannel terbesar di Asia Tenggara.

Namun ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum Kamu membeli asuransi kesehatan yang tepat. Berikut ini 4 hal yang harus diperhatikan menurut Qoala :

Baca Juga: Kabar Gembira untuk Pelaku UMKM : BCA akan Fasilitasi Seribu Sertifikat Halal Gratis, Ini Syaratnya

1. Usahakan membeli asuransi saat masih sehat dan sedini mungkin

Sangat penting untuk membeli asuransi sedini mungkin dan dalam keadaan sehat. Kebanyakan masyarakat baru membeli asuransi saat penyakit datang karena tersadar betapa mahalnya biaya pengobatan di rumah sakit.

Jika Kamu membeli asuransi dalam kondisi sudah sakit, permohonan pembelian asuransi cenderung ditolak atau Kamu jatuh dalam ketentuan pre-existing condition, artinya jika Kamu sudah berada dalam kondisi sakit atau memiliki penyakit tertentu, pihak asuransi tidak akan memberikan tanggungan untuk penyakit-penyakit tersebut ke depan.

Pahami juga bahwa besar premi asuransi itu sangat bergantung pada cakupan perlindungan yang ditawarkan, usia nasabah atau tertanggung, riwayat medis tertanggung hingga jangka waktu perlindungan. Di dalam asuransi kesehatan, ada ketentuan yang berlaku seperti semakin tua usia seseorang maka premi yang dibayarkan akan lebih mahal. Hal ini dikarenakan adanya berbagai risiko penyakit yang diderita ketika usia kian menua.

Baca Juga: XL dan PT Berkat Air Laut Kolaborasi Penuhi Pasokan Air Bersih di Gili Terawangan dan Gili Meno

2. Sesuaikan dengan budget keuangan

Selanjutnya adalah sesuaikan harga premi dengan budget keuanganmu. Jumlah premi biasanya akan bergantung pada seberapa banyak hal yang akan menjadi tanggungan pihak asuransi, serta profil risiko tertanggung.

Misalnya asuransi kesehatan dengan manfaat rawat inap saja mungkin preminya lebih murah dibandingkan asuransi kesehatan dengan manfaat rawat inap dan rawat jalan. Siapkan anggaran untuk membayar premi asuransi kesehatan, idealnya 5%-10% dari pendapatan rutin bisa di alokasikan khusus untuk menutup biaya premi asuransi, termasuk asuransi kesehatan.

Dengan begitu, kebutuhan asuransi tetap bisa tertutup tanpa mengganggu alokasi pos kebutuhan lain yang tak kalah penting.

3. Pahami sistem asuransi kesehatan yang ada di polis

Idealnya perusahaan asuransi menerapkan sistem cashless (menggunakan kartu peserta) atau reimbursement di dalam layanan mereka. Kedua hal ini patut menjadi bahan pertimbangan. Dengan sistem cashless, Kamu hanya perlu membawa dan menunjukkan kartu keanggotaan pada saat melakukan pendaftaran di rumah sakit tanpa perlu melakukan deposit jika mendapatkan perawatan rawat inap, dengan begitu pengobatan bisa berjalan dengan lebih cepat dan mudah.

Sedangkan di dalam sistem reimbursement, wajib melakukan deposit pada saat pendaftaran rawat inap dan bahkan wajib melunasi dahulu seluruh biaya pengobatan. Setelah selesai mendapatkan perawatan, klaim bisa diajukan kepada pihak asuransi dengan cara menyertakan kuitansi pembayaran tersebut.

Baca Juga: Perkuat Jaringan, XL dukung F1 Powerboat di Danau Toba

4. Bandingkan produk asuransi kesehatan yang hendak dipilih

Ketika menemukan beberapa produk asuransi kesehatan, bandingkan paling tidak dua produk terlebih dulu agar bisa memilih asuransi kesehatan yang terbaik dan sesuai untuk Kamu.

Bandingkan dari sisi jangkauan perlindungan, besar premi yang dibebankan dan rekam jejak penyedia asuransi. Terakhir, pastikan untuk memilih asuransi yang memiliki jaringan luas dan sudah menjalin kerja sama dengan banyak rumah sakit. Semakin banyak jumlah rumah sakit rekanan, maka akan semakin mudah untuk mengakses layanan kesehatan ketika dibutuhkan.

Sejatinya asuransi kesehatan memang mengharuskan untuk mengeluarkan sejumlah uang demi membayar premi. Akan tetapi, uang tersebut nantinya akan kembali dalam bentuk manfaat asuransi sesuai dengan produk asuransi kesehatan yang dipilih.

Maka, sangat penting untuk betul-betul memahami pentingnya asuransi kesehatan dan manfaat asuransi yang tepat untuk dimiliki. Pada dasarnya, fungsi dan manfaat asuransi secara garis besar adalah meminimalisir risiko kerugian secara finansial yang kemudian memberikanmu ketenangan pikiran.***

Editor: Y. Dody Luber Anton

Sumber: Qoala App


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x