Dituduh Berikan Materi Kepada Aparat Penegak Hukum, Ini Penjelasan Kades Petai Patah

- 4 Juni 2022, 23:36 WIB
Lokasi pengerukan pasir batu di Dusun Nango, Desa Petai Patah, Kecamatan Sandai
Lokasi pengerukan pasir batu di Dusun Nango, Desa Petai Patah, Kecamatan Sandai /Dede/

Normansyah menjelaskan, jika dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa saya memberi sejumlah materi, baik berbentuk uang ataupun barang kepada pihak kepolisian, baik pihak Polsek Sandai maupun Polres Ketapang.

“itu tidak benar, saya tidak pernah memberikan bentuk materi kepada pihak kepolisian. Nanti akan saya klarifikasi, dan semua akan saya pertanggungjawabkan,” tegas Normansyah.

Baca Juga: Oknum Polisi Aktif Tertangkap Bawa Sabu dan Senpi, Ini Kronologinya

Sementara Kapolsek Sandai, Iptu Fanni Athar Hidayat mengatakan, jika peristiwa menahan atau mengamankan kunci kontak eksavator yang sedang melakukan pengerukan pasir batu di Sungai Pawan, terjadi beberapa bulan lalu, dan pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada semua pihak-pihak terkait.

“Termasuk kepada oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan kepada Kepala Desa Patai Patah sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Hal ini dibuktikan dengan adanya percakapan via pesan singkat WhatsApp kepada Normansyah,” ujar Iptu Fanni Athar.

Iptu Fanni Athar juga membeberkan jika oknum wartawan berinisial S, pernah diberhentikan di salah satu media lantaran kasus pemerasan terhadap orang lain hingga terjadi keributan, dan bahkan sempat kepengadilan.

“Setelah kejadian itu, oknum wartawan tersebut akhirnya diberhentikan dan kini entah di media mana,” kata Iptu Fanni Athar.

Baca Juga: BNN Kalbar Tangkap Oknum Polisi Bawa Sabu dari Perbatasan Negara

Terpisah, Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana mengatakan, jika dirinya tidak pernah melakukan komunikasi melalui telepon dengan Kepala Desa Petai Patah, apalagi hingga meminta uang atau tanah maupun membeli tanah.

“Saya tahu aturan mainnya ketika membeli tanah harus diselidiki asal usul tanahnya, karena di zaman sekarang sudah banyak kasus konflik sengketa lahan atau tanah,” tutupnya. ***

Halaman:

Editor: Yuniardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x